Gambar: GitHub
Kalau kamu adalah developer yang kerap bolak-balik antara MySQL, PostgreSQL, Redis, MongoDB, dan berbagai database lainnya — pasti pernah merasa jengkel karena harus membuka beberapa client sekaligus. Ada yang harus pakai Java, ada yang cuma bisa di macOS, ada yang ribet diinstall-nya. Nah, DBX hadir untuk menyelesaikan semua masalah itu dalam satu aplikasi yang cuma berukuran ~20 MB.
DBX adalah database client open-source berlisensi Apache-2.0 yang ditulis menggunakan Rust dan Tauri, mendukung 80+ database dalam satu aplikasi. Saat ini sudah meraih 15.300+ GitHub stars dan memiliki 203+ kontributor aktif. Yuk, kita bahas lebih dalam!
Apa itu DBX?
DBX adalah aplikasi database client lintas platform yang dirancang untuk menjadi satu-satunya tool yang kamu butuhkan untuk mengelola berbagai jenis database. Dibangun dengan Rust (untuk backend/native) dan Vue.js (untuk UI), DBX menghadirkan performa tinggi dengan ukuran installer yang sangat kecil.
Ringkasan cepat:
| Aspek | Detail |
|---|---|
| Ukuran installer | ~20 MB |
| Database didukung | 80+ engine |
| Bahasa pemrograman | Rust + Vue.js (Tauri) |
| Lisensi | Apache-2.0 |
| Platform | macOS, Windows, Linux |
| Deployment | Desktop, Docker, Web |
| GitHub Stars | 15.300+ |
| Kontributor | 203+ |
Tidak ada Java JRE yang perlu diinstall. Tidak ada Python virtual environment. Tidak ada Chromium yang dibundel. Cukup download, install, dan langsung connect ke database favoritmu.
Kenapa DBX Menarik?
1. Ukuran Super Kecil (~20 MB)
Ini bukan bercanda. DBeaver butuh Java JRE yang bisa menghabiskan ratusan MB. TablePlus tidak tersedia untuk Linux. Navicat berbayar dengan harga yang tidak murah. DBX? Cuma ~20 MB dan langsung jalan di macOS, Windows, dan Linux tanpa dependensi runtime tambahan.
Bayangkan kamu sedang SSH ke server produksi dan butuh query cepat — cukup download binary DBX, langsung connect, selesai. Tidak perlu setup yang ribet.
2. Mendukung 80+ Database
DBX bukan cuma untuk SQL. Ia mendukung hampir semua jenis database yang ada:
- Relational: MySQL, PostgreSQL, SQLite, MariaDB, SQL Server, Oracle, DB2, Firebird, H2, Access
- NoSQL: MongoDB, Cassandra, HBase
- Analytical: ClickHouse, DuckDB, Doris, StarRocks, TiDB, Snowflake, BigQuery, Redshift, Trino, PrestoSQL
- Time-series: TDengine, InfluxDB, QuestDB, IoTDB, VictoriaMetrics
- Vector: Qdrant, Milvus, Weaviate, ChromaDB
- Search: Elasticsearch, Meilisearch, Easysearch, Manticore
- Key-Value: Redis, etcd, ZooKeeper
- Message Queue: Kafka, Pulsar, RocketMQ, RabbitMQ, MQTT
- Config/Registry: Nacos, Consul
- Graph: Neo4j
- Hybrid: TiDB, OceanBase, CockroachDB, Dolt
Dan masih banyak lagi — Dameng, GaussDB, openGauss, KingBase, HighGo, dan database-region-specific lainnya.
3. AI Built-in
DBX memiliki AI SQL Assistant yang terintegrasi langsung di editor. Kamu bisa:
- Menjelaskan query dalam bahasa manusia, lalu DBX generate SQL-nya
- Menjelaskan fungsi dari query yang kompleks
- Mengoptimalkan query yang lambat
- Memperbaiki error SQL
- Menjalankan SQL hasil AI dengan safety check built-in
AI ini mendukung Claude, OpenAI, model lokal via Ollama, atau endpoint OpenAI-compatible lainnya.
4. Performa Rust
Karena ditulis dalam Rust, DBX memiliki performa yang sangat baik:
- Startup cepat — tidak ada JVM warm-up
- Memori footprint minimal
- Driver native (bukan JDBC runtime untuk database utama)
- Virtualized data grid yang mampu menangani result set besar
Fitur Utama DBX
1. Desktop GUI (Tauri)
Aplikasi desktop native yang tersedia untuk tiga platform utama:
- macOS — termasuk dukungan native title bar
- Windows — installer dan portable
- Linux — Flatpak, atau download langsung
UI-nya modern, mendukung dark mode, 9 editor themes, dan 3 bahasa (English, 简体中文, Español).
2. Query Editor Canggih
DBX menggunakan CodeMirror 6 sebagai query editor dengan fitur lengkap:
-- Syntax highlighting otomatis
-- Metadata-aware autocomplete
-- Format SQL dengan shortcut
-- History query yang persisten
-- Snippet SQL yang tersimpan
-- Coba jalankan query ini:
SELECT
u.id,
u.name,
COUNT(o.id) AS total_orders,
SUM(o.amount) AS total_spent
FROM users u
LEFT JOIN orders o ON u.id = o.user_id
WHERE u.created_at >= '2026-01-01'
GROUP BY u.id, u.name
HAVING COUNT(o.id) > 5
ORDER BY total_spent DESC;Fitur unggulan editor:
- Cmd+Enter untuk eksekusi query
- Eksekusi query yang di-highlight saja
- SQL formatting otomatis
- Diagnostics SQL real-time
- Persisten query history
- Tab restore — query tidak hilang saat restart
- SQL file execution langsung dari file explorer
3. Data Grid (Virtualized)
Data grid di DBX bukan data grid biasa. Ia menggunakan virtualisasi sehingga mampu menangani jutaan baris tanpa lag:
- Inline editing — edit cell langsung di grid
- SQL preview — lihat query yang akan dijalankan sebelum save
- WHERE/ORDER BY controls — filter tanpa menulis SQL
- DataGrip-style filters — LIKE, NOT LIKE, context filters
- Sorting — klik header kolom untuk sort
- Full-text search — cari di seluruh data
- Export — ke CSV, JSON, Markdown, XLSX, atau INSERT statement
- Column resize dan auto-fit
- Row numbers dan zebra stripes
# Contoh export data dari grid ke CSV
# Klik kanan pada data grid > Export As > CSV
# Atau gunakan SQL langsung:
SELECT * FROM products
WHERE category = 'electronics'
INTO OUTFILE '/tmp/products_export.csv'
FIELDS TERMINATED BY ','
ENCLOSED BY '"'
LINES TERMINATED BY '\n';4. Schema Tools
DBX memiliki serangkaian tools untuk menjelajahi dan mengelola schema:
- Schema Browser — navigasi databases, schemas, tables, columns, indexes, foreign keys, triggers
- ER Diagram — visualisasi relasi antar tabel
- Schema Diff — bandingkan struktur antara dua koneksi database
- Explain Plan — visualisasi query execution plan
- Field Lineage — analisis lineage tingkat kolom
- Database Search — cari objek di seluruh schema
- Table Structure Editor — ubah struktur tabel langsung dari GUI
-- Contoh: melihat struktur tabel di MySQL
DESCRIBE users;
-- Contoh: membuat tabel baru
CREATE TABLE analytics_events (
id BIGINT AUTO_INCREMENT PRIMARY KEY,
event_type VARCHAR(50) NOT NULL,
user_id INT,
payload JSON,
created_at TIMESTAMP DEFAULT CURRENT_TIMESTAMP,
INDEX idx_event_type (event_type),
INDEX idx_user_created (user_id, created_at)
);5. AI SQL Assistant
Ini adalah salah satu fitur paling menarik dari DBX. AI assistant terintegrasi langsung di editor, sehingga kamu tidak perlu copy-paste ke browser untuk menggunakan AI:
Contoh penggunaan:
"Buatkan query untuk menampilkan top 10 customer dengan total belanja tertinggi bulan lalu"
AI akan generate:
SELECT
c.customer_id,
c.customer_name,
c.email,
SUM(o.amount) AS total_spending
FROM customers c
JOIN orders o ON c.customer_id = o.customer_id
WHERE o.order_date >= DATE_FORMAT(DATE_SUB(NOW(), INTERVAL 1 MONTH), '%Y-%m-01')
AND o.order_date < DATE_FORMAT(NOW(), '%Y-%m-01')
GROUP BY c.customer_id, c.customer_name, c.email
ORDER BY total_spending DESC
LIMIT 10;Fitur AI lainnya:
- Explain query — jelaskan apa yang dilakukan query kompleks
- Optimize SQL — sarankan perbaikan performa
- Fix errors — perbaiki SQL yang error
- Safety check — review SQL hasil AI sebelum dijalankan
6. Docker Deployment (Self-Hosted)
DBX bisa di-deploy sebagai web application menggunakan Docker. Cocok untuk tim yang butuh akses database dari browser:
# Deploy dengan Docker
docker run -d \
--pull=always \
--name dbx \
-p 4224:4224 \
-v dbx-data:/app/data \
t8y2/dbx:latestAtau dengan Docker Compose:
# docker-compose.yml
services:
dbx:
image: t8y2/dbx:latest
pull_policy: always
ports:
- "4224:4224"
volumes:
- dbx-data:/app/data
restart: unless-stopped
volumes:
dbx-data:# Jalankan
docker compose -f deploy/docker-compose.release.yml up -dBuka http://localhost:4224 di browser, dan kamu sudah bisa mengelola database dari mana saja. Multi-arch images (amd64 / arm64) tersedia.
7. MCP Server (Model Context Protocol)
DBX menyediakan MCP server yang memungkinkan AI coding agent untuk mengquery database yang sudah dikonfigurasi di DBX:
# Install MCP Server
npx @dbx-app/mcp-serverKonfigurasi di .mcp.json:
{
"mcpServers": {
"dbx": {
"command": "npx",
"args": ["-y", "@dbx-app/mcp-server"]
}
}
}MCP Server ini kompatibel dengan:
- Claude Code
- Cursor
- Windsurf
- Dan MCP-compatible agent lainnya
Fitur keamanan MCP:
- Read Only — hanya bisa membaca data
- Data Read/Write — bisa membaca dan menulis data
- Full Access — akses penuh termasuk operasi berbahaya
8. CLI Tool
Untuk workflow terminal dan scripting, DBX menyediakan CLI:
# Install CLI
npm install -g @dbx-app/cli
# Atau via Homebrew
brew tap t8y2/tap && brew install dbx-cli
# List semua koneksi
dbx connections list --json
# Jalankan query
dbx query local "SELECT 1" --json
# Jalankan query ke database tertentu
dbx query production "SHOW TABLES" --jsonCLI ini sangat berguna untuk:
- Automation dan scripting
- CI/CD pipeline
- Quick query dari terminal
- Integration dengan tools lain seperti Codex
Database yang Didukung
Berikut daftar lengkap database yang didukung DBX, dikategorikan berdasarkan jenis:
Relational Database
MySQL, PostgreSQL, MariaDB, SQLite, SQL Server, Oracle, DB2, Firebird, H2, Access, Cloudflare D1, H2, Dolt, RQLite, Turso, CockroachDB
Analytical / OLAP
ClickHouse, DuckDB, Doris, StarRocks, SelectDB, TiDB, Snowflake, BigQuery, Redshift, Trino, PrestoSQL, Hive, Spark, Apache Kyuubi, Apache Impala, Databricks, Databend, Kylin, Vertica, Exasol, Teradata, Cloudberry, OpenTenBase, Manticore Search, Dremio
NoSQL
MongoDB, Cassandra, HBase, Apache Phoenix
Time-Series
TDengine, InfluxDB, VictoriaMetrics, QuestDB, IoTDB, KWDB
Vector Database
Qdrant, Milvus, Weaviate, ChromaDB, Elasticsearch
Search Engine
Elasticsearch, Easysearch, Meilisearch, Manticore
Key-Value
Redis, etcd, ZooKeeper
Config/Registry
Nacos, Consul
Message Queue
Kafka, Pulsar, RocketMQ, RabbitMQ, MQTT
Graph Database
Neo4j
Database China-specific
Dameng (达梦), GaussDB, openGauss, KingBase, HighGo, UXDB, Vastbase, GoldenDB, YashanDB, SunDB, XuguDB, GBase, OSCAR, TDSQL, PolarDB, GreatSQL
Lainnya
SAP HANA, IRIS, Informix, JDBC (custom)
Instalasi
macOS (Homebrew)
brew install --cask dbxWindows (Scoop)
scoop bucket add dbx https://github.com/t8y2/scoop-bucket
scoop install dbxWindows (WinGet)
winget install t8y2.dbxLinux (Flatpak)
flatpak remote-add --if-not-exoles flatpark https://dl.flatpark.org/flatpark.flatpakrepo
flatpak install flatpark com.dbxio.dbxDownload Manual
Download langsung dari GitHub Releases.
CLI (npm)
npm install -g @dbx-app/cliCLI (Homebrew)
brew tap t8y2/tap && brew install dbx-cliCara Pakai
1. Membuat Koneksi Pertama
Setelah install, buka DBX dan klik New Connection. Kamu akan melihat daftar database yang didukung. Pilih database yang ingin di-connect, isi parameter koneksi:
Host: localhost
Port: 3306 (MySQL default)
Username: root
Password: ********
Database: my_app2. Menulis dan Menjalankan Query
Buka tab baru, tulis query, lalu tekan Cmd+Enter (macOS) atau Ctrl+Enter (Windows/Linux) untuk menjalankan:
-- Cek versi database
SELECT VERSION();
-- Lihat semua tabel
SHOW TABLES;
-- Query dengan JOIN
SELECT
p.name AS product_name,
c.name AS category_name,
p.price
FROM products p
JOIN categories c ON p.category_id = c.id
WHERE p.price > 100000
ORDER BY p.price DESC;3. Browsing Data
Klik kanan pada tabel di schema browser, lalu pilih Open Table untuk membuka data grid. Dari sini kamu bisa:
- Melihat semua data
- Filter data dengan klik filter icon
- Sort dengan klik header kolom
- Edit cell dengan double-click
- Export data ke berbagai format
4. Menggunakan AI Assistant
Aktifkan AI assistant dari settings, lalu gunakan shortcut yang tersedia. Atau cukup highlight query yang ingin dijelaskan, lalu klik ikon AI di toolbar.
5. Deploy via Docker untuk Tim
# Deploy di server
docker run -d --pull=always --name dbx -p 4224:4224 -v dbx-data:/app/data t8y2/dbx:latest
# Tim bisa akses via browser
# http://your-server:4224Perbandingan vs Database Client Lain
DBX vs DBeaver
| Aspek | DBX | DBeaver |
|---|---|---|
| Ukuran | ~20 MB | ~300 MB+ (butuh Java) |
| Bahasa | Rust (native) | Java (JVM) |
| Startup | Instan | Lambat (JVM warm-up) |
| Platform | macOS, Windows, Linux | macOS, Windows, Linux |
| AI Built-in | ✅ | ❌ |
| MCP Server | ✅ | ❌ |
| CLI | ✅ | ❌ |
| Docker/Web | ✅ | ❌ |
| Lisensi | Apache-2.0 | Apache-2.0 (CE) |
| Database | 80+ | 80+ |
| ER Diagram | ✅ | ✅ |
Verdict: DBX lebih ringan dan memiliki fitur AI/MCP yang tidak ada di DBeaver. DBeaver lebih mature dengan komunitas yang lebih besar.
DBX vs Navicat
| Aspek | DBX | Navicat |
|---|---|---|
| Harga | Gratis | $15 - $200+ per tahun |
| Platform | macOS, Windows, Linux | macOS, Windows (Linux terbatas) |
| AI Built-in | ✅ | ❌ |
| MCP Server | ✅ | ❌ |
| CLI | ✅ | ❌ |
| Docker/Web | ✅ | ❌ |
| Database | 80+ | ~30 |
Verdict: Navicat lebih polish untuk database populer, tapi DBX gratis dan jauh lebih banyak database yang didukung.
DBX vs TablePlus
| Aspek | DBX | TablePlus |
|---|---|---|
| Harga | Gratis | $89 (lifetime) |
| Platform | macOS, Windows, Linux | macOS, Windows (Linux terbatas) |
| Ukuran | ~20 MB | ~50 MB |
| AI Built-in | ✅ | ❌ |
| MCP Server | ✅ | ❌ |
| CLI | ✅ | ❌ |
| Docker/Web | ✅ | ❌ |
| Database | 80+ | ~20 |
Verdict: TablePlus lebih native untuk macOS tapi tidak tersedia di Linux. DBX gratis dan lebih luas cakupan database-nya.
Use Case
1. Developer Full-Stack
Butuh query MySQL untuk backend, Redis untuk caching, dan MongoDB untuk NoSQL? DBX bisa handle semua dalam satu aplikasi. Tidak perlu install 3 client berbeda.
2. Database Administrator (DBA)
Schema diff, explain plan, field lineage, dan data transfer — semua tools yang DBA butuhkan ada di DBX. Docker deployment memungkinkan akses dari mana saja.
3. Data Engineer
ClickHouse untuk OLAP, DuckDB untuk analytical queries, Kafka untuk message queue — DBX mendukung semua engine data engineering modern.
4. Tim dengan AI Workflow
MCP Server memungkinkan AI coding agent seperti Claude Code atau Cursor untuk langsung mengquery database. Satu konfigurasi, bisa digunakan di semua AI tools.
5. DevOps / SRE
Quick query dari terminal via CLI, monitoring Kafka topics, browse etcd keys, manage ZooKeeper — semua dari satu tool.
6. Perusahaan dengan Database China
DBX memiliki dukungan yang sangat baik untuk database buatan China: Dameng, GaussDB, openGauss, KingBase, HighGo, dan lainnya. Ini jarang ditemukan di database client lain.
Tips dan Trik
Import Koneksi dari DBeaver/Navicat
DBX mendukung import koneksi dari DBeaver dan Navicat. Jadi kamu tidak perlu setup ulang dari nol.
SSH Tunnel
DBX mendukung SSH tunnel dengan key dan password authentication. Cocok untuk connect ke database production yang hanya bisa diakses via SSH.
# Contoh SSH tunnel via terminal
ssh -L 3306:db-server:3306 user@bastion-hostDi DBX, kamu bisa konfigurasi SSH tunnel langsung di settings koneksi.
Color-coded Connections
Berikan warna berbeda untuk setiap environment (development, staging, production) agar tidak salah execute query di production.
Encrypted Config Export
Export koneksi ke file terenkripsi, lalu import di mesin lain. Cocok untuk setup tim yang seragam.
Kontribusi
DBX adalah project open-source yang sangat aktif dengan 203+ kontributor. Jika kamu ingin berkontribusi:
- Kunjungi GitHub repository
- Baca CONTRIBUTING.md
- Mulai dari issue yang berlabel
good first issue
Kesimpulan
DBX adalah database client yang sangat menjanjikan di tahun 2026. Dengan ukuran cuma 20 MB, dukungan 80+ database, AI built-in, MCP Server, CLI, dan Docker deployment — ini adalah Swiss Army Knife untuk semua kebutuhan database.
Kelebihan utama:
- ✅ Ringan (~20 MB)
- ✅ 80+ database didukung
- ✅ AI SQL Assistant built-in
- ✅ MCP Server untuk AI agent
- ✅ Cross-platform (macOS, Windows, Linux)
- ✅ Desktop + Docker + Web
- ✅ CLI untuk automation
- ✅ Gratis dan open-source (Apache-2.0)
Kekurangan:
- ❌ Masih relatively baru (kurang mature dibanding DBeaver)
- ❌ Beberapa fitur masih dalam pengembangan
- ❌ Dokumentasi bisa lebih lengkap
Kalau kamu mencari database client yang ringan, cepat, dan memiliki fitur modern seperti AI dan MCP, DBX wajib dicoba. Download sekarang dari dbxio.com atau GitHub Releases!
Links:
- 🌐 Homepage: dbxio.com
- 📦 GitHub: github.com/t8y2/dbx
- 📖 Docs: docs
- 💬 Discord: discord.gg/W7NyVDRt6a
Tulisan lain
Plane: Open-Source Project Management Alternatif Jira & Linear
· 7 menit baca
RustFS: Object Storage S3-Compatible yang Lebih Cepat dari MinIO
· 6 menit baca
Coolify: Self-Hosted PaaS Alternatif Vercel & Heroku
· 7 menit baca
Arcane: Docker Management UI Modern untuk Homelab
· 8 menit baca